Minggu, 05 Agustus 2012

Tubuh Manusia > Vena

     Pembuluh Darah Vena



 Vena adalah saluran dalam tubuh untuk mengangkut darah.berbeda dengan arteri ,sebagian besar vena membawa darah kotos kembali ke jantung.Darah kotor adalah darah dengan kadar oksigen rendah karena oksigen itu telah di manfaatkan oleh sel-sel di dalam tubuh.Ketika darah dengan kadar oksigen rendah,warna darah menjadi lebih gelap yaitu biru keunguan.Darah yang di arteri berwarna merah karena mengandung kadar oksigen yang tinggi.
       Vena yang membawa darah yang kadar oksigenya tinggi adalah empat vena pulmonari,yang mengangkut darah dalam jarak dekat , dari paru-paru menuju jantung.Dua vena terbesar dalam tubuhmu adalah Vena Kava yang mengalirkan darah menuju jantungdari bagian atas dan bawah tubuh.
       Biasanya pada vena yang berukuran besar ada katup yang menjaga agar aliran darah tetap searah ataupun stabil.Darah di dalam vena di pompa lebih lambat oleh jantung.Sehingga tekanan darah di vena lebih rendah daripada arteri dan dinding vena tidak sekuatan /setebal dinding pada arteri.Berbeda dengan arteri , vena melambat saat kosong.Darah bisa mengalir dalam vena karena ada tekana yang di hasilkan oleh otot-otot di sekeliling vena.

Kamis, 02 Agustus 2012

Dua Anggota Warkop yang Mungkin Kalian Belum Tahu


Sebelumnya saya juga sudah pernah menjelaskan tentang sejarah Warkop. Kali ini saya akan membahas tentang dua anggota Warkop DKI lainnya. Yang kalian ketahui biasanya di TV kalau lihat Warkop ada tiga orang yaitu Dono, Kasino dan Indro, ternyata masih ada dua orang lagi. Ini dia selengkapnya.....

1. Nanu Mulyono

Biasa dipangil Nanu ini kelahiran Jakarta, 17 November 1952. Sama seperti Dono dan Kasino, Nanu ini kuliah di Universitas Indonesia (UI). Awal karirnya dimulai bersama grup Warkop pada tahun 1973 di Radio Prambors. Kemudian dilanjutkan dengan bermain film bersama Warkop pada tahun 1979 berjudul Mana Tahan.... Ia sempat bermain dalam film Kisah Cinta Rojali dan Zuleha pada tahun yang sama. Nanu meninggal pada 22 Maret 1983 karena penyakit sakit kanker ginjal. Nanu dimakamkan di taman pemakaman umum Tanah Kusir. Kasihan ya mas Nanu ini, baru umur 29 tahun sudah meninggal....


2. Rudi Badil
Sejarah Warkop DKI Dikemas Jadi Buku
Rudi Badil (kiri) dan Indro (kanan) sedang peluncuran buku "Main Main Jadi Bukan Main

Sumber tentang mas Rudi ini belum saya temui. Soalnya sangat jarang sekali, di wikipedia saja tidak ada. Tapi saya akan membahas sedikit tentang mas Rudi ini. Bersama Dono, Kasino dan Nanu, Rudi ini sama sama kuliah di UI. Dulu saat masih di radio, mas Rudi ini berperan menjadi orang Jawa. Nah pada saat sudah naik di atas panggung, mas Rudi ini menjadi demam panggung. Jadi, mas Rudi ini satu kali pun tidak pernah bermain di film Warkop. Sekarang mas Rudi Badil ini masih hidup.....
"Tertawalah Sebelum Tertawa Itu Dilarang"
"Tertawa itu adalah sebagian dari iman"

Sejarah Dan Penemu Angka "Nol"


Al Khawarizmi Penemu Angka Nol

Dunia Eropa / Barat dari dulu sampai dengan sekarang sepertinya mengklaim bahwa Gudang Ilmu Pengetahuan berasal dari kawasan Eropa / Barat tapi tahukah anda, sejatinya asal Gudang Ilmu Pengetahuan berasal dari kawasan Timur Tengah yaitu Mesopotamia yang menjadi peradaban tertua di dunia.

Masyarakat dunia sangat mengenal Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar. Namun, dibalik kedigdayaan Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar ternyata hasil pemikirannya sangat
dipengaruhi oleh ilmuwan Muslim bernama Muhammad bin Musa Al Khawarizmi. Dia adalah seorang tokoh yang dilahirkan di Khiva (Iraq) pada tahun 780. Selama ini banyak kaum terpelajar lebih mengenal para ahli matematika Eropa / Barat padahal sejatinya banyak ilmuwan Muslim yang menjadi rujukan para ahli matematika dari barat

Selain ahli dalam matematika al-Khawarizmi, yang kemudian menetap di Qutrubulli (sebalah barat Bagdad), juga seorang ahli geografi, sejarah dan juga seniman. Karya-karyanya dalam bidang matematika dimaktub dalam Kitabul Jama wat Tafriq dan Hisab al-Jabar wal Muqabla. Inilah yang menjadi rujukan para ilmuwan Eropa termasuk Leonardo Fibonacce serta Jacob Florence.
Muhammad bin Musa Al Khawarizmi inilah yang menemukan angka 0 (nol) yang hingga kini dipergunakan. Apa jadinya coba jika angka 0 (nol) tidak ditemukan coba? Selain itu, dia juga berjasa dalam ilmu ukur sudut melalui fungsi sinus dan tanget, persamaan linear dan kuadrat serta kalkulasi integrasi (kalkulus integral). Tabel ukur sudutnya (Tabel Sinus dan Tangent) adalah yang menjadi rujukan tabel ukur sudut saat ini.
al-Khawarizmi juga seorang ahli ilmu bumi. Karyanya Kitab Surat Al Ard menggambarkan secara detail bagian-bagian bumi. CA Nallino, penterjemah karya al-Khawarizmi ke dalam bahasa Latin, menegaskan bahwa tak ada seorang Eropa pun yang dapat menghasilkan karya seperti al-Khawarizmi ini.

Sumber #: http://bimosuper.blogspot.com/2012/05/sejarah-dan-penemu-angka-nol.html#ixzz22NSCxFzu

Fakta tentang Islam

12 Waktu Istimewa Dimana Doa Pasti Dikabulkan


Waktu Yang Tepat Untuk Berdoa, Waktu Berdoa, Berdoa

Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berdeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan.

Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain. 

1. Sepertiga Akhir Malam 
Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda. Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya”. =HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Abi ‘Ashim=


2. Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa
Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash ra. bahwa dia mendengar Rasulullah saw bersabda. Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa yang tidak ditolak. =HR. Ibnu Majah dan Hakim=


3. Setiap Selepas Shalat Fardhu
Dari Abu Umamah ra, sesungguhnya Rasulullah saw ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah swt, beliau menjawab. Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu. =HR. Tirmidzi=


4. Pada Saat Adzan dan Perang Berkecamuk

Dari Sahl bin Sa’ad ra, bahwa Rasulullah saw bersabda. Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak; doa pada saat adzan dan doa tatkala perang berkecamuk”. =HR. Abu Daud, Al-Baihaqi dan Hakim=

Dari Abdullah bin Amar bin Ash ra, bahwa ia mendengar Nabi saw bersabda: “Jika kalian mendengar orang yang adzan maka ucapkanlah seperti apa yang ia ucapkan dan bershalawatlah untukku karena barangsiapa yang bershalawat untukku sekali maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali, kemudian mintalah wasilah (kedudukan mulia di surga) untukku, karena ia adalah suatu kedudukan di surga yang tidak pantas diberikan kecuali kepada seorang hamba dari hamba-hamba Allah dan aku berharap semoga akulah hamba itu, maka barangsiapa yang memohon untukku wasilah itu, maka ia berhak mendapatkan syafa’at.” =HR. Muslim=

Dari Jabir Bin Abdillah ra. bahwa Rasul saw bersabda: 
“Barang siapa yang mengatakan setelah mendengar seruan adzan -“Ya Allah! Tuhan pemilik adzan yang sempurna ini dan shalat yang ditegakkan, berilah Muhammad wasilah dan fadhilah dan bangkitkanlah ia pada tempat terpuji yang telah Engkau janjikan untuknya- halallah ia mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat”. =HR. Bukhari=

5. Sesaat Pada Hari Jum’at
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Abul Qasim saw bersabda. Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut”. =HR. Muttafaqun Alaihi=

Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/203. Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik mimbar hingga selesai shalat Jum’at atau hingga selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib.


6. Bangun Malam, Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah
Dari Muad bin Jabal ra, bahwa Rasulullah saw bersabda. Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya”. =HR. Ibnu Majah=

Terbangun tanpa sengaja pada malam hari. (An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190) Yang dimaksud dengan “ta’ara minal lail” terbangun dari tidur pada malam hari.


7. Doa Diantara Adzan dan Iqamah
Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah saw bersabda. Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah”. =HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan Al-Baihaqi=


8. Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat
Dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda. Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. =HR. Muslim=

Dalam riwayat lain. 
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: Yang paling dekat seorang hamba pada Rabbnya ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah kalianlah berdoa. =HR. Muslim, Abu Daud, Nasa’i dan Ahmad=

Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu. 


9. Pada Saat Sedang Kehujanan
Dari Sahl bin Sa’ad ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda. Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan. =HR. Al-Hakim=

Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. (Fathul Qadir 3/340). 


10. Pada Saat Musibah Kematian
Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah saw mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian bersabda. Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya’. Semua keluarga histeris. Beliau bersabda : ‘Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan”…. =HR. Muslim=


11. Pada Malam Lailatul Qadar
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. =Qs. Al-Qadr 97: 3-5=

Imam Asy-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. (Tuhfatud Dzakirin hal. 56) 


12. Doa Pada Hari Arafah
Dari ‘Amr bin Syu’aib ra, dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi saw bersabda. Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah”. =HR. At-Tirmidzi=


Sumber #: http://bimosuper.blogspot.com/2012/07/12-waktu-istimewa-dimana-doa-pasti.html#ixzz22NQHXHja

Konsep Humanisme dalam Filosofi Cina

 Salah satu sudut pandang kehidupan yang pernah dianut
  oleh cina adalah konsep tentang ajaran Humanisme.

Simak selengkapnya..,

Manusia adalah obyek yang paling tinggi dalam penciptaaan, bukan karena dia sendiri dapat mengusahakan keselamatan, tetapi karena ia mampu membangun suatu kebudayaan dan peradaban. Karena penghargaan yang mendalam terhadap manusia, kebudayaannya, dan peradabannya, bangsa Cina dapat mengembangkan suatu pemikiran sosial dan politik yang baik  dan pandangan etis yang inspiratif. Gagasan tentang demokrasi yang ideal sebenarnya bermula dari Konfucius. Bahkan ada sementara ahli mengatakan bahwa Revolusi Perancis sebenarnya terpengaruh oleh gagasan ini, entah langsung atau tidak. Pemahaman-pemahaman tentang semantik juga berasal dari ratusan sekolah-sekolah Cina yang mempelajari nama-nama. Bangsa Cinalah sebenarnya pertama kali menemukan kertas, seni mencetak, serbuk mesiu, tanpa merasa perlu menyusun metodologi sistematis ilmiah, justru karena bentuk penghargaan bangsa Cina terhadap manusia.
              Humanisme di Eropa sudah mengalami kajian yang mendalam dan mendetail sejak Auguste Comte yang telah mempeloporinya dengan istilah agama yang humanistik. Manusia merupakan makhluk Tuhan yang lemah dengan keterbatasnnya dan itu merupakan ketidaksempurnan dari sifat humanisme itu sendiri.
              Ciri humanisme dari pemikiran filsafat Cina terwakili melalui Confucius yang mempunyai ajaran hsiao, kebaktian. Yaitu bakti seorang pada leluhur dan orang tuanya. Penyembahan leluhur berhungan dengan hsiao, sebab utuk melakukan penyembahan haruslah melalui seorang anak laki-laki dalam keluarga. Pemujaan yang sunguh-sunguh pada leluhur pada masa itu memberi corak tertentu dalam masyarakat. Maka dengan demikian berkembanglah sistem yang paling kompleks dan teratur. Sebagian besar ajaran confucius ini ditujukan untuk membenarkan secara rasional ataupun menyatakan secara teoritis sistem kekeluargaan ini sebagai landasan humanisme dalam filsafat Cina. Adapun yang dijadikan sistem sosial di Cina adalah sistem keluarga. Ada lima hubungan sosial tradisional yang ada di Cina, yaitu; Hubungan antara raja dan hamba, ayah dan anak, kakak dan adik, suami dan istri, teman dan teman.
              Hormat kepada orang tua selain merupakan salah satu karakteristik pemikiran filsafat Cina juga kejiwaan orang Cina yang memiliki peranan serta pengaruh dalam berbagai aspek kehidupan baik pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, maupun negara. Hormat kepada orang tua (filial piety) mengajarkan bahwa, kedurhakaan seorang anak kepada orang tuanya adalah tindakan yang amat tercela, demikin pula orang tua yang tidak berlaku baik dan kasih sayang terhadap anaknya, kakak terhadap adiknya, adik terhadap kakaknya, istri terhadap suami dan suami terhadap istri. Filial Piety mendasari konsep etika dalam pemikiran filsafat Cina, khususnya dalam hubungan kekeluargaan, yang kemudian dikembangkan melalui konsep loyality melandasi hubungan kemasyarakatan maupun kebangsaan dalam arti luas. Sifat yang kurang begitu menonjol dalam pemikiran dalam filsafat Barat
              Dengan demikian dapat dibedakan humanisme yang terdapat dalam filsafat Cina berbeda dengan humanisme yang dipahami di Barat  yang hanya menekankan pada satu aspek saja, manusia. Kalau dalam humanisme Cina ada hubungan yang erat antara manusia dengan Thien (sorga) sebagai suatu kesatuan yang tak terpisahkan.
              Meng Tze atau Mencius  (372 – 289 S.M.) adalah murid dari Konfucius yang terbesar, ia meneruskan dan mengembangkan ajaran gurunya tersebut. Terutama ia mengajarkan demokrasi, hingga saat ini ungkapannyaa masih terkenal” Min Wei Kuei” Rakyat adalah yang utama. Mencius pernah mengatakan bahwa dinasti Chou telah kehilangan kerajaannya, karena kehilangan rakyat, kehilangan kepercayaan rakyat. Untuk itu menurutnya cara memperoleh rakyat adalah dengan mencari kepercayaan rakyat, dan jalan untuk memperolehnya ialah berikan kepada mereka apa yang disukainya. Rakyat merupakan point penting dalam suatu negara, tanpa rakyat tidak akan ada kekuasaan, dan kekuasaann itu sendidri hakekatntaya adalah untuk kepentingan rakayat. Hal ini jelas sesusi dengan prinsip demokrasi itu sendiri, yaitu dari, untuk, dan oleh rakyat. Namun ia berbeda dengan konsep demokrasi yang dipahami pada umumnya pemimpin bagi Mencius bukan atas dasar pilihan rakayat, tetapi adalah putra sorga di dunia (Thien), cuma ia haruslaah bisa diterima oleh rakyat karena ia melaksanaakan prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan. E.R. Hughes sebagaimana dikutip oleh Nio, mengatakan bahwa Mencuis kalau diapandang dari sudut Realis Barat Frame of mind (kerangka berfikirnya) bersifat Idealis, dari sudut kaum idealis ia bersifat Realis
              Bisa dipahamai praktek nilai-nilai kemanusiaan dalam filsafat Cina tidak hanya terkonsentrasi pada keluarga dalam scope kecil tetapi juga merambah pada urusan yang berkaitan dengan negara, sebagaiamana telah dikemukakan oleh Mencuis. Artinya setiap orang mempunyai potensi arif dan bijaksana asalkan ia mau belajar menghargia sifat kemanusiaannya untuk kepentingan bersama.
              Sisi lain dari pandangan filsafat Cina yang menonjol adalah tentang humanisme, yaitu masalah keseimbangan. Manusia dalam hidup ini diseyogyakan selalu menjaga keseimbangan, agar ia dapat hidup bahagia. Sifat secara rinci diajarkan dalam Yin dan Yang, yang menyatakan bahwa di alam semesta  pada dasarnya terdapat dua prinsip, yaitu prinsip positif (Yang) dan negatif (Yin). Secara sepintas nampak bahwa keduanya merupakan dua hal yang berbeda, namun sebaliknya keduanya saling melengkapi.  Walau nampak berlawanan tapi keduanya sebagai penyeimbang.
              Kalau Konfuciusme tampak memusatkan perhatiannya pada manusia yang hidup di tengah-tengah masyarakat, maka Taoisme lebih menekankan manusia sebagai manusia itu sendiri. Bahkan jika Konfuciusme dipandang sebagai yang dominan di Cina, arus pemikiran filsafat Cina jelas lebih menekankan ke arah luar diri ekslusif manusia.
            Hal ini tampak pada pandangan Konfucianism yang menyatakan bahwa dalam pergaulan, tindakan seseorang selalu berhubungan dengan orang lain. Hubungan ini dapat dikelompokkan menjadi lima pertalian pokok, yaitu, ayah dan anak, saudara dan saudara, suami dan istri, sahabat dan sahabat, serta yang berkuasa dan yang dikuasai. Dalam hubungan ini, setiap pihak berkelakuan sesuai dengan kedudukannya. Ayah mencintai anak, anak menghormati, kakak berbaik hati, adik menjunjung, suami tulus, istri patuh. Sahabat lebih tua peka, sahabat muda khidmat. Yang berkuasa murah hati, yang dikuasai setia. Tiga dari lima pertalian itu merupakan hubungan keluarga, karena keluarga dapat dianggap sebagai dasar masyarakat. Dalam lembaga sosial inilah manusia dididik diajar kebaikan, dan dibentuk tabiatnya.
C. Tinjauan Kritis Analitis
              Dalam pemikiran filsafat Cina yang di dominasi oleh Taoisme, Confucianisme, dan Budhis tampak bahwa konsep tentang ketuhanan memang tidak menjadi hal yang urgen dalam kajian teologis mereka. Hal ini barangkali disebabkan oleh fokuus mereka pada penanaman nilai ethic moral yang menjadi way of live mereka dalam tradisi yang sangat kuat mereka pegang. Namun penulis melihat ada beberapa kesamaan tentang Kosmologi Cina dengan kosmologi Islam dalam beberapa hal, karena ia bertumpu pada konsep polaritas prinsip-prinsip aktif dan reseptif. Misalnya, Tuhan (Allah) menurut para sufi lebih diidentikkan dengan sifat-sifat keindahan (jamal), seperti Maha Pengampun, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan lain sebagainya atau Yin dalam tradisi Cinanya. Sedangkan dalam perspektif teologi lebih diidentikkan dengan keagungan (jalal), seperti Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha Besar, dan lainya atau yang disebut dengan Yang. Kedua perspektif ini membentuk dua kutub dalam pemikiran Islam. Perlu ada keseimbangan yang sangat bagus dan baik antar kedua kutub tersebut. Teologi negatif maupun positif diperlukan untuk melahirkan pemahaman yang benar tentang realitas Ilahi.
            Selain itu, aliran konfucianism tidak sepenuhnya sepakat tentang apakah manusia pada dasarnya baik. Hsun tzu (298-230 SM) bersikeras tentang sebaliknya. Dalam pandangannya, manusia pada dasarnya jahat, dengan kecenderungan bawaan untuk mengejar tujuan dan kesenangan pribadi. Akan tetapi, untunglah manusia  juga cerdas dan dengan kecerdasannya dapat mengolah kebaikan yang ada dalam dirinya. Sesuai dengan doktrin Konfucianism, Hsun tzu menekankan pentingnya ritual dan perilaku yang pantas terhadap orang-orang di sekeliling kita, khususnya kepada anggota keluarga. Moralitas tidak didasarkan pada alam, tetapi sebaliknya, moralitas adalah temuan inteligensi manusia, dibangun untuk menjamin kerjasama social untuk menghadapi keinginan-keinginan kita yang lebih alamiah, lebih mementingkan diri sendiri.
              Dalam konsep humanisme pemikiran filsafat Cina mempunyai corak tersendiri bila dibandingkan dengan humanisme yang dianut di Barat dan pada umumnya. Kalau di Barat manusia yang dianggap makhluk yang tidak sempurna dan mempunyai keterbatasan yang merupakan ciri khasnya dan hanya berorientasi pada sifat-sifat kemanusiaan semata. Sedangkan humanisme dalam tradisi Cina tidak ada pengingkaran pada Yang Maha Agung yang menunjukkan adanya unifikasi dengan antara manusia sebagai Makhluk dan Tuhan sebagai Khalik. Barangkali pemikiran filsafat Cina yang dalam hal ini wakili oleh Confucianisme mempunyai warna  islami, yaitu adanya Hablum min Allah wa hablum min an-Nas.

Seputar Filosofi Cinta


Satu hari, Plato bertanya pada gurunya,
“Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?”

Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana.
Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali,
kemudian ambillah satu saja ranting.
Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap
paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta”

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”

Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik).
Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut.
Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting - ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi,
jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya
“Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”


Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,
“Apa itu perkawinan?
Bagaimana saya bisa menemukannya?”

Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana.
Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh)
dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja.
Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang
paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”
Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong.
Jadi di kesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini.
Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya“

Gurunyapun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”


Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan.
Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan… tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat
dimundurkan kembali.
Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur.
Terimalah cinta apa adanya.


Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta.
Adalah proses mendapatkan kesempatan,
ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya,
Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan
perkawinan itu, karena sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.