Jumat, 04 Oktober 2013

Patah Hati

Dalam hidup kita banyak dijumpai berbagai hal. Senang , gembira , sedih , susah dan lainya. Terutama patah hati. Patah hati adalah perasaan kita terhadap sesuatu yang membuat kita seolah merasa buruk, kecewa , tidak berdaya , bahkan mungkin membuat kita layaknya seorang pecundang. Penyesalan tersebut terus menyelimuti hati dan jiwa bahkan perasaan patah hati tersebut berputar-putar mengelilingi fikiran kita. Khususnya dalam hal cinta , patah hati bisa disebut juga perasaan sakit yang mungkin tidak bisa dijelaskan atau diungkapkan dengan kata-kata.

Saat kita mengalami patah hati dalam hal cinta , kita merasa kecewa dan terpuruk karena dia atau pihak lain.
Tidak perlu khawatir untuk mengatasinya . Karena kegelisahan tidak akan bertahan lama dan tidak mungkin terus menerus dalam keadaan yang demikian. Untuk mengatasinya , terutama dalam hal cinta kiat harus bersikap sabar dan kritis dari setiap hal yang membuat kita patah hati.

Jika kita ingin mengungkapkan perasaan kita karena patah hati , harus disertai dengan niat dan tekad. Apakah tekad kita untuk melupakan seseorang yang telah membuat kita patah hati benar benar di lakukan dengan baik atau tidak.Caranya adalah dengan menganggap bahwa kita tidak pernah mengenal dia lagi.Dan tidak pernah mengetahui siapa dia. Biarkan waktu untuk menjauhkanya dari fikiran kita.

Meski suatu saat akan teringat atau mungkin bertemu dengan orang yang membuat kita patah hati , kita harus memiliki prinsip dan berpegang teguh pada pendirian kita. Apakah kita akan melupakanya dan menjauhkanya atau mengingatnya kembali dan kembali kepadanya. Apakah mungkin kita akan kembali kepada sesorang yang telah melukai hati kita ? Mungkin , karena kita masih mencintainya.

Tak mungkin bagi kita untuk melupakanya. Karena tidak ada pelajaran yang berharga selain pengalaman. Kita dapat jadikan peristiwa tersebut sebagai pengalaman. Pengalaman tersebut dapat kita jadikan sebagaillangkah dan tolak ukur dalam menuju masa dapan. Dan pengalaman tersebut dapat kita jadikan antisipasi ketika terjadi hal yang mungkin terulang.

Untuk bangkit dari patah hati ada beberapa hal yang perlu di lakukan diantaranya sebagai berikut.

1.Optimis.
Optimis atau percaya diri . Tumbuhkan rasa dan sifat tersebut dalam diri kita bahwa kita harus bangkit dari keterpurukan. Dan yakinkan diri kita untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

2.Bekerja Keras.
Kerja keras untuk lebih baik dari sebelumnya. Usaha kita untuk menjadi lebih baik harus di lakukan dengan kerja keras.Kerja keras tanpa pamrih untuk mencapai hasil yang maksimal.

3.Tekun.
Dengan tekun kita akan berusaha secara maksimal. Tekun untuk bangkit dari perasaan patah hati  kepada sesorang yang melukai kita. Tekun dan terus tekun untuk menjadi yang lebih baik.

4.Berdoa
Tak mungkin kita melakukan semua hal diatas tanpa berdoa. Dengan berdoa maka kita pasrahkan segala usaha kita kepada tuhan yang maha kuasa. Apapun yang kita lakukan kita hanya bisa pasrahkan hasilnya. Berdoalah dan meminta petunjuk agar kita bisa bangkit dari patah hati atau rasa sakit yang menyelimuti.
Karena sesungguhnya tuhan maha tau apa yang tidak kita ketahui.

Hal diatas bisa kita jadikan sebagai bekal untuk melangkah supaya lebih baik kedepanya.Roda kehidupan terus berputar. Terkadang kita mengalami keberhasilan dan mengalami kegagalan. Tapi kita tidak akan mengalami keberhasilan tanpa mengalami adanya masalah. Masalah bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau dibenci bahkan dijauhi. Tetapi masalah harus kita hadapi dan kita syukuri.


Dan Ingat "sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Jadi kita harus sabar untuk menghadapi kenyataan ini dan pasrahkan semuanya kepada tuhan yang maha kuasa.

Sekian
#Ramadhani Fajar

Minggu, 19 Mei 2013

RAHASIA CANDI BOROBUDUR

 







Candi Borobudur berkaitan dengan islam. Apakah Benar?
Tentu anda Semua tidak akan percaya, sebab tidak mungkin candi borobudur ada kaitanya dengan islam karena candi itu adalah sebuah bangunan peninggalan sejarah yang bercorak hindu atau buddha. Nah apa kaitanya dengan islam?. Simak Postingan berikut ini..
Nabi Sulaiman AS adalah seorang utusan Allah yang diberikan keistimewaan dengan kemampuannya menaklukkan seluruh makhluk ciptaan Allah, termasuk angin yang tunduk di bawah kekuasaannya atas izin Allah. Bahkan, burung dan jin selalu mematuhi perintah Sulaiman.



Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum Masehi (989-931 SM), atau sekitar 3.000 tahun yang lalu. Sementara itu, Candi Borobudur sebagaimana tertulis dalam berbagai buku sejarah nasional, didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi atau sekitar 1.200 tahun yang lalu. Karena itu, wajarlah bila banyak orang yang mungkin tertawa kecut, geli, dan geleng-geleng kepala bila disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman AS.



Candi Borobudur merupakan candi Budha. Berdekatan dengan Candi Borobudur adalah Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari Candi Borobudur, terdapat Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Plaosan, dan lainnya. Candi-candi di dekat Prambanan ini merupakan candi Buddha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.

Lalu, apa hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa bukti-buktinya? Benarkah ada jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar itu? Tentu perlu penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak untuk membuktikan validitas dan kebenarannya.

Namun, bila pertanyaan di atas diajukan kepada KH Fahmi Basya, ahli matematika Islam itu akan menjawabnya; benar. Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang ada di tanah Jawa.


Dalam bukunya, Matematika Islam 3 (Republika, 2009), KH Fahmi Basya menyebutkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti sebagai peninggalan putra Nabi Daud tersebut. Di antaranya, hutan atau negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit, dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya Ratu Saba, dan lainnya.

Dalam Alquran, kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan dalam surah An-Naml [27]: 15-44, Saba [34]: 12-16, al-Anbiya [21]: 78-81, dan lainnya. Tentu saja, banyak yang tidak percaya bila Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman.

Di antara alasannya, karena Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM, sedangkan Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kemudian, menurut banyak pihak, peristiwa dan kisah Sulaiman itu terjadi di wilayah Palestina, dan Saba di Yaman Selatan, sedangkan Borobudur di Indonesia.

Tentu saja hal ini menimbulkan penasaran. Apalagi, KH Fahmi Basya menunjukkan bukti-buktinya berdasarkan keterangan Alquran. Lalu, apa bukti sahih andai Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman atau bangunan yang pembuatannya merupakan perintah Sulaiman 



 
Menurut Fahmi Basya, dan seperti yang penulis lihat melalui relief-relief yang ada, memang terdapat beberapa simbol, yang mengesankan dan identik dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana keterangan Alquran. Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tingkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang.

"Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 'Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman'." (QS Al-Baqarah [2]: 248).

Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat. (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaannya. Di Borobudur, terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.

Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan.

Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia. (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. "Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri," katanya menjelaskan. Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.

Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata 'Wana' bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.

Ketujuh, buah 'maja' yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya. "Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr." (QS Saba [34]: 16).

Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata 'su'merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan 'Su'. Kesembilan, Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. "Pergilah kamu dengan membawa suratku ini." (QS An-Naml [27]: 28). Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.

Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. "Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman," kata Fahmi menegaskan.

Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan, dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan Salaman, Desa Salam, dan lainnya. Dengan bukti-bukti di atas, Fahmi Basya meyakini bahwa Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. Bagaimana dengan pembaca? Hanya Allah yang mengetahuinya. Wallahu A'lam